Selasa, 28 Maret 2017

commodity  Commodity

Sempat Buram di 2013, Prospek Harga Minyak Berbalik Positif

Jumat, 27 Juni 2014 12:39 WIB
Dibaca 581

Monexnews - Pelaku industri migas dunia saat ini memiliki pandangan yang positif terkait pergerakan harga minyak di tahun 2014. Padahal sepanjang tahun lalu, pihak produsen cenderung pesimis menanggapi prospek harga 'emas hitam' di tengah dinamika politik ekonomi dunia.

Pendapat tersebut dilontarkan oleh bank investasi Credit Suisse setelah melakukan survei terhadap delegasi negara-negara produsen minyak. Sebanyak 30% responden memprediksi harga varian Brent akan stabil di atas $120 per barel dalam sisa tahun ini. "Sebagian besar pelaku industri memandang kondisi sekarang mendukung kenaikan harga," demikian urai Credit Suisse dalam laporannya. Selain itu, pemangku kepentingan juga menyoroti penurunan cadangan minyak dan risiko konflik internal di negara Irak.

Eskalasi konflik di Irak sejauh ini memang hanya berdampak kecil terhadap pasar minyak dunia. Walaupun demikian, skenario perang bisa saja menyebabkan penurunan jumlah persediaan dan melambungkan harga 'emas hitam' ke rekor tertinggi yang pernah dicapai pada tahun 2008 silam karena Irak merupakan negara yang berkontribusi sebanyak 3.5% terhadap suplai minyak mentah dunia.

Minyak varian WTI sampai dengan pukul 12.30 WIB terpantau turun 5 sen ke posisi $105.79 per barel dan minyak Brent melemah 11 sen ke $113.10 per barel. Adapun kontrak minyak berjangka WTI bersandar di posisi $105.74 per barel. (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar