Sabtu, 25 Maret 2017

commodity  Commodity

Sikap Arab Saudi Bebani Harga Minyak

Jumat, 12 Juni 2015 16:58 WIB
Dibaca 14638

Monexnews - Harga minyak kembali turun pada hari Juamt setelah eksportir minyak mentah terbesar dunia Arab Saudi mengatakan bahwa pihaknya siap untuk menaikkan output ke rekor tinggi baru, berpotensi menambah kelebihan suplai minyak global. Dollar AS menguat terhadap juga, turut menekan harga minyak yang dinilai dengan dollar, pasca International Monetary Fund menarik diri dari diskusi utang Yunani yang buntu. Arab saudi mengatakan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan pembeli di India untuk memasok lebih banyak minyak mentah, yang berarti output produksi eksportir di Timur Tengah tersebut dapat melebihi rekor tinggi 10.3 juta barel per hari di bulan Mei lalu. 

Analis mengatakan, dollar menguat terhadap euro, dan hal tersebut bearish untuk harga minyak. International Energy Agency pada hari Kamis mengatakan perkiraannya bahwa tingkat permintaan minyak global akan naik lebih dari ekspektasi tahun ini seiring pemulihan ekonomi dan cuaca yang relatif dingin pada belahan bumi bagian utara. Bagaimanapun juga, menurut analis laju pertumbuhan terfokus pada semester pertama tahun ini, yang berarti tingkat permintaan akan tertinggal hingga akhir tahun. Kami meyakini bahwa laju pertumbuhan kemungkinan akan berjalan lamban seiring tingkat pergerakan naik pada harga yang dipicu tingkat permintaan terkait harga pada beberapa kuartal belakangan ini akan berakhir pada semester kedua tahun ini, tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar