Rabu, 28 Juni 2017

commodity  Commodity

Spekulasi Pengurangan Suplai Dari Iran Kembali Picu Penguatan Minyak

Senin, 24 November 2014 15:44 WIB
Dibaca 731

Monexnews - Minyak Brent naik untuk hari ketiga di tengah tanda-tanda bahwa Iran akan berusaha mengurangi produksi pada pertemuan pekan ini dan juga setelah China secara tak terduga mengurangi suku bunganya. Minyak West Texas Intermediate juga menguat di New York.

Kontrak Brent berjangka naik sebanyak 0.6% di London. Menurut laporan dari kantor berita Iran, Mehr, Menteri perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mungkin mengusulkan bahwa OPEC harus memangkas suplai minyak sebanyak 1 juta barel perhari ketika dia bertemu dengan Menteri perminyakan Arab Saudi sebelum pertemuan OPEC pada tanggal 27 November. China pangkas biaya pinjaman untuk pertama kalinya sejak Juli 2012 seiring negara yang merupakan konsumen minyak terbesar kedua di dunia tersebut ingin meningkatkan ekonominya.

Minyak telah merosot ke pasar bear seiring AS memompa produksi pada laju tercepat dalam lebih dari tiga dekade di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Para anggota utama di kelompok OPEC menolak seruan untuk mengurangi suplai di saat negara-negara lainnya seperti Venezuela dan Ekuador berusaha bertindak untuk naikan harga sebelum pertemuan di tanggal 27 November di Vienna.

"OPEC jelas saat ini mereka terbagi pada apa yang harus mereka lakukan," kata Jonathan Barrat, kepala investasi di Ayers Alliance Securities  di Sydney dalam sebuah wawancara di TV Bloomberg pada hari ini. "Lihatlah tekanan yang dihadapi oleh Arab Saudi, khususnya dari Iran dan Venezuela, mereka ingin pangkas jumlah produksi. Ini benar-benar mewakili sedikit keretakan yang berkembang di dalam kelompok tersebut."

Minyak Brent pengiriman Januari naik sebanyak 49 sen menjadi $80.85 per barel di London dan saat ini bergerak di kisaran $80.41. Brent naik sebanyak 1.2% dalam periode lima hari sampai 21 November, itu adalah kenaikan mingguan pertama sejak September. Sementara itu minyak WTI  naik sebanyak 44 sen, atau 0.6% menjadi $76.95 per barel di Nymex. Kontrak pada tanggal 21 November naik sebesar 66 sen menjadi $76.51.

Seorang pejabat di kementrian perminyakan Iran menolak berikan komentar pada laporan dari Mher ketika di hubungi kemarin. OPEC akan fokus pada pasokan dan permintaan pada pertemuan kali ini, kata Suhail Al Mazrouei, Menteri energi di Uni Emirat Arab dalam komentarnya di Twitter.

12 anggota OPEC, yang menyuplai sekitar 40% dari minyak dunia, memproduksi sebanyak 30.97 juta barel perhari di bulan Oktober. Angka tersebut melampaui kuota kolektif mereka di level 30 juta barel per hari, yang di sepakati pertama kali pada bulan Januari 2012, untuk bulan kelima beruntun.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar