Sabtu, 27 Mei 2017

commodity  Commodity

Terminal Minyak Libya Segera Dibuka, Minyak Tertekan

Selasa, 8 April 2014 6:13 WIB
Dibaca 540

Monexnews - Minyak mentah WTI melemah untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir di hari Senin setelah pemberontak dan pemerintah Libya dikabarkan segera mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pelabuhan pengiriman minyak.

Libya merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di Afrika, namun menjadi produsen minyak dengan output paling sedikit dibanding 12 negara OPEC lainnya akibat aksi penutupan tempat produksi dan pelabuhan minyak oleh para pemberontak. Menurun Oil Ministry Libya, ekspor minyak Libya saat ini sebesar 85.000 barel per hari.

Empat terminal minyak yang dikuasai pemberontak selama delapan bulan terakhir akan dibuka kembali secara bertahap. Terminal terkecil, Zuetina dan Hariga, yang memiliki kapasitas ekspor 200.000 barel per hari akan segera dibuka. Dengan dibukannya dua pelabuhan tersebut maka output ekspor minyak Libya akan menjadi dua kali lipat dari kapasitas saat ini. Dua pelabuhan yang lebih besar, Es Sider, dan Ras Lanuf, yang memiliki kapasitas 500.000 barel per hari dikabarkan akan dibuka dalam waktu empat pekan kedepan.

Minyak pada perdagangan Senin ditutup pada level $100,73 per barel, dengan level tertinggi harian $101,32 dan terendah $99,29. (pap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar