Jumat, 24 Maret 2017

commodity  Commodity

WTI Menuju Penurunan Mingguan Terpanjang Sejak Tahun 1986

Jumat, 14 November 2014 16:25 WIB
Dibaca 553

Monexnews - Minyak WTI menuju penurunan mingguan beruntun terpanjang dalam hampir tiga dekade dan Brent berada di jalur mencetak rekor penurunan terpanjang di tengah spekulasi bahwa OPEC masih akan menahan diri dari pengurangan produksi untuk meredakan kecemasan dari melimpahnya suplai.

Kontrak minyak berjangka turun sebanyak 1.3% di New York dan siap untuk penurunan mingguan ketujuh, itu adalah penurunan beruntun terpanjang sejak Maret 1986. Merosotnya harga minyak mencerminkan dari meluasnya hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa Organization of Petroleum Exporting Countries akan mempertahankan produksi mereka, menurut laporan dari Goldman Sachs Group Inc. Cadangan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk kontrak WTI, naik ke level tertinggi sejak Mei, di tunjukkan dalam laporan pemerintah AS.

Minyak telah anjlok ke pasar bear seiring para pemimpin dari anggota OPEC menolak seruan untuk mengurangi produksi dan malahan mereka mengurangi harga ekspor ke AS, dimana produksi telah naik ke level tertinggi dalam 31 tahun di tengah lonjakan minyak shale. Venezuela, Libya dan Ekuador telah meminta untuk adanya tindakan untuk berikan dukungan terhadap harga minyak mentah seiring 12 anggota OPEC akan bertemu pada tanggal 27 November di Vienna.

Jonathan Barrat, kepala analis di Ayers Alliance Securities mengatakan bahwa pasar saat ini sedang berjalan dengan penuh ketakutan, ini akan surut dan bergerak tergantung bagaiman OPEC akan berpikir. Harga tidak akan naik sampai kita semakin dekat ke waktu pertemuan mereka.

Minyak WTI untuk Desember turun sebanyak 96 sen menjadi $73.25 perbarel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, dan saat ini bergerak di kisaran $73.90 pada pukul 16.22 wib. Kontrak kemarin turun sebanyak $2.97 menjadi $74.21, itu adalah level penutupan terendah sejak September 2010. Harga minyak telah turun sebanyak 25% pada tahun ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar