Selasa, 23 Mei 2017

commodity  Commodity

WTI Naik Namun Brent Turun Seiring Trader Nilai Serangan AS Dapat Jaga Suplai Minyak Irak

Sabtu, 9 Agustus 2014 3:00 WIB
Dibaca 912

Monexnews -

Minyak Brent turun di bawah $105 per barel dalam perdagangan yang fluktuatif pada hari Jumat, setelah serangan udara AS di Irak yang para analis katakan mungkin menurunkan resiko dari terganggunya pasokan minyak dari produsen minyak terbesar kedua di antara anggota OPEC.

Harga minyak naik atas laporan bahwa Amerika Serikat mempertimbangkan serangan udara terhadap milisi ISIS yang telah menguasi semua wilayah semi otonom Kurdi di Irak. Namun reli terhenti pada hari Jumat setelah Pentagon mengkonfirmasikan untuk melakukan intervensi militer di wilayah utara Irak, dan para trader mengartikan dengan positif atas langkah tersebut.

Minyak Brent turun sebesar 50 sen untuk di tutup dekat $105 per barel, menjauh dari level tertinggi mingguan di $106.85 yang di capai pada awal sesi. Minyak WTI naik sebanyak 31 sen untuk berakhir di $97.65 per barel, setelah di perdagangkan di level tertinggi di $98.45.

Kedua minyak patokan tersebut bergerak naik pada awal sesi perdagangan, karena adanya peringatan awal tentang meningkatnya kekerasan di Irak yang memberi jalan untuk adanya intervensi dari AS di wilayah Kurdi tersebut agar dapat mengamankan kilang minyak yang bukan hanya di wilayah utara namun juga wilayah produksi minyak lainnya di daerah selatan.

Hal lainnya yang menekan harga pada hari Jumat adalah OPEC yang merilis laporan bulanannya yang menunjukkan kenaikan moderat dalam produksi sebesar 167,000 barel per hari untuk bulan Juli dan revisi untuk sedikit penurunan dalam permintaan di tahun 2014, itu menunjukkan bahwa pasokan global masih cukup nyaman.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar