Selasa, 28 Maret 2017

forex  Forex

Analis Masih Ragukan Penguatan Rupiah

Kamis, 13 Maret 2014 8:50 WIB
Dibaca 645

Monexnews - Indonesia masih gagal untuk meyakinkan strategis mata uang asing bahwa penguatan Rupiah yang terbesar di dunia tahun ini diakibatkan oleh kemajuan yang bertahan lama pada neraca perdagangan. Rupiah telah menguat sebanyak 6.4% terhadap dollar tahun ini, penguatan terbanyak diantara 31 mata uang yang paling sering diperdagangkan dan hampir dua kali lipat dari mata uang berperforma terbaik setelahnya yaitu dollar Selandia Baru. Meski demikian, dalam periode yang sama, analis memangkas proyeksi nilai tengah akhir tahun untuk rupiah menjadi 12,200 per dollar, sekitar 6% lebih lemah dari level saat ini, dari 12,000 pada sebelumnya.

Sementara defisit pada neraca berjalan Indonesia, yang mengikutkan investasi, telah terpangkas hampir setengahnya menjadi 1.98% dari GDP  di kuartal keempat, menyempitnya defisit ini mungkin hanya sementara mengingat lambatnya penerbitan obligasi. Defisit mungkin akan bertambah untuk menembus level 3% tahun ini, menurut prediksi Deutsche Bank AG dan UBS AG. “Kami ragu jika penyempitan defisit secara cepat dapat berlanjut hingga kuartal depan,” ucap Andy Ji, strategis pada Commonwealth Bank of Australia. “Kita telah melihat aliran masuk selama 2 bulan berturut-turut. Kita harus melihat sinyal kemajuan yang lebih jelas.”

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar