Monexnews - Yen menguat seiring merebaknya ancaman perlambatan ekonomi global di tengah berlarutnya krisis utang zona-euro. Spanyol makin terpuruk ke dalam jurang resesi seiring pemerintah gencarkan pelaksanaan kebijakan penghematan demi hindari nasib seperti Yunani. GDP Spanyol catatkan pertumbuhan -0,4% untuk kuartal kedua; lebih buruk dari kuartal pertama -0,3%.
Pemerintah Jepang bahkan menurunkan outlook perekonomian terbesar No.3 di dunia tersebut akibat perlambatan pertumbuhan AS, China, dan berlarutnya masalah utang Eropa yang cukup membebani kinerja ekspor dan produksi pabrik. "Kondisi perekonomian global masih lemah dan ini tentunya menguntungkan yen sebagai asset safe-haven," ungkap Callum Henderson, pimpinan riset di Standard Chartered. (fr)

Komentar