Forex

Apresiasi Sterling Masih Rapuh

Sabtu, 14 Juli 2012 1:13 WIB
Dibaca 737

Monexnews - Pergerakan pasar saham yang positif telah mendorong investor untuk kembali mengoleksi mata uang beresiko pada hari Jumat, yang membantu Poundsterling untuk rebound terhadap Greenback. Kendati demikian, sejumlah analis berpendapat jika Sterling masih tetap rentan terhadap tekanan Dollar AS mengingat kekhawatiran seputar zona Euro atau prospek pertumbuhan global masih berpotensi memaksa investor untuk kembali menjauhi aset beresiko.

"Jelas terlihat bahwa pergerakan Sterling sangat dipengaruhi oleh pergerakan Euro," kata Adam Myers, analis forex senior pada Credit Agricole. "Tanpa adanya solusi yang jelas, Euro kemungkinan masih akan turut secara perlahan selama 6 bulan ke depan. Begitu pula dengan Cable, yang mungkin akan kembali ke kisaran $1.52."

Tak bisa dipungkiri jika kecemasan tentang perekonomian Inggris masih terus membayangi Sterling. Data ekonomi yang dirilis hari Jumat menunjukkan output konstruksi anjlok 6,3% pada bulan Mei, yang memperburuk kekhawatiran bahwa ekonomi Inggris telah berkontraksi untuk 3 kuartal berturut-turut dalam periode April-Juni.

Sementara, Sterling tidak banyak bereaksi terhadap pengumuman skema baru ‘pendanaan untuk pinjaman’ senilai £80 milyar dari Bank of England dan Departemen Keuangan Inggris yang diharapkan akan membantu mengangkat ekonomi keluar dari resesi. (vid)

Lihat Disclaimer

Kirim Komentar Anda



Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar