Monexnews - Defisit perdagangan yang melebar tidak menghalangi Dollar Australia untuk melanjutkan rally global yang terjadi pasca bank sentral Eropa mengumumkan rencana langkah-langkah untuk membantu menanggulangi krisis hutang Eropa.
Apresiasi mata uang yang sering disebut Aussie ini bahkan berlanjut hingga menyentuh level tertinggi 1-bulan terhadap Yen dan Dollar AS setelah data ketenagakerjaan AS mencatat pertumbuhan yang lebih lambat dari perkiraan pada bulan Agustus, yang memacu spekulasi penambahan stimulus oleh Federal Reserve AS.
"Dollar Australia telah menuai permintaan kuat pada hari ini (Jumat)," kata Andrew Salter, analis Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Sidney. "Keputusan ECB untuk melakukan beberapa bentuk program pembelian aset telah mengundang sentimen resiko. Dan itu menguntungkan Dollar Australia."
Sementara Australia harus membukukan defisit perdagangan yang lebih lebar dari ekspektasi pada bulan Juli, menyusul kejatuhan ekspor emas dan bijih besi yang melampaui penurunan impor peralatan industri. Defisit melebar menjadi sebesar A$556 juta ($574 juta) dari angka bulan sebelumnya yang direvisi menjadi A$227 juta, menurut rilis Biro Statistik. Sedangkan rata-rata estimasi 21 ekonom dalam sebuah survey menunjukkan defisit sebesar A$300 juta. (vid)

Komentar