Minggu, 22 Oktober 2017

forex  Forex

Aussie Kembali Anjlok, Terseret Oleh Data China

Kamis, 23 Januari 2014 12:30 WIB
Dibaca 641

Monexnews -

Dollar Australia kembali merosot terhadap sebagian besar mata uang utama setelah sebuah laporan swasta menunjukkan sektor manufaktur di China secara tak terduga berkontraksi, China adalah pasar ekspor terbesar untuk negara di Pasifik Selatan.

Penurunan di manufaktur China telah menghapus penguatan Aussie terhadap greenback kemarin ketika data menunjukkan inflasi di Australia melonjak. Yield obligasi Australia bertenor 3 tahun turun, akhiri penguatan selama dua hari. Dollar Selandia Baru naik terhadap Aussie untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah Perdana Menteri John Key mengatakan ekonomi Selandia Baru akan tumbuh dengan kuat pada tahun ini.

“Aussie lebih mungkin untuk jatuh.” Kata Hideki Shibata, seorang analis mata uang senior di Tokai Tokyo Research Center Co., “ Outlook pertumbuhan China menimbulkan resiko untuk negara-negara seperti Australia yang perdagangannya bergantung pada China.”

Dollar Australia pada siang ini terpantau turun sekitar 0.6% menjadi 0.8800 pada pukul 12.20 wib setelah kemarin naik 0.5%. Sementara mata uang Selandia Baru turun sekitar 0.4% menjadi 0.8280 per dollar AS.

HSBC Holdings Plc dan Markit Economics pada hari ini melaporkan bahwa indeks awal manajer pembelian untuk manufaktur di China  berada di level 49.6 di bulan Januari, level di bawah 50 indikasikan kontraksi. Estimasi median dalam survey Bloomberg menyerukan berada di level 50.3 sedangkan untuk pembacaan akhir di bulan Desember berada di level 50.5.

Pertumbuhan GDP China akan melambat menjadi 7.6% di kuartal pertama dari 7.7% pada kuartal akhir 2013, di katakana dalam perkiraan ekonom dalam survey Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar