Minggu, 26 Maret 2017

forex  Forex

Aussie Melemah Sebelum Publikasi Data China

Selasa, 14 Januari 2014 12:01 WIB
Dibaca 456

Monexnews -

Dollar Australia melemah dari level tertinggi dalam sebulan sebelum China umumkan data kredit rumah baru dan juga di tengah para pejabat Federal Reserve masih percaya diri bahwa ekonomi AS dapat bertahan dengan pengurangan stimulus.

Mata uang Selandia Baru memperpanjang penguatannya dari kemarin terhadap Aussie setelah sebuah laporan menunjukkan tingkat kepercayaan bisnis melonjak hampir ke level tertinggi dalam 20 tahun sementara harga rumah naik ke level tertinggi dalam enam tahun di negara tersebut. Permintaan untuk mata uang Australia mungkin akan mereda sebelum di rilisnya laporan pada tanggal 16 Januari yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat pengangguran di Australia bertahan di level tertinggi dalam empat tahun.

“Faktor keseimbangan masih lebih ke sisi negatif untuk Aussie daripada untuk bergerak naik,” kata Stan Shamu, seorang analis pasar di IG Ltd. “Jika kita melihat kekecewaan pada data China atau Australia maka kami perkirakan Aussie akan melemah, begitu juga jika anggota Fed masih cukup bullish pada ekonomi AS.”

Dollar Australia turun sebanyak 0.2% menjadi 90.37 sen AS pada saat ini setelah menyentuh level 90.86 sen, level tertinggi sejak 11 Desember. Aussie menguat sebanyak 0.2% menjadi 93.46 yen dan di perdagangkan di NZ$1.0793 setelah penurunan sebanyak 0.3% ke NZ$1.0807 kemarin. Kiwi naik menjadi 83.72 sen AS dari 83.77. Kiwi naik 0.4% menjadi 86.60 yen.

China, masih menjadi mitra dagang utama untuk kedua di negara di Pasifik Selatan, yang mungkin akan mengatakan pada pekan ini bahwa jumlah pinjaman rumah baru turun menjadi 570 milyar yuan di bulan Desember daru 624.6 milyar yuan pada bulan sebelumnya.

Ketua Federal Reserve Atlanta, Dennis Lockhart, kemarin mengatakan bahwa lemahnya pertumbuhan payroll pada bulan lalu seharusnya tidak mencegah pembuat kebijakan dari pengurangan pembelian aset bulanan selama ekonomi masih terus menguat. Charles Plosser dari Philadelphia dan Richard Fisher dari Dallas, yang merupakan anggota voting FOMC pada tahun ini akan berpidato pada hari ini.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar