Rabu, 13 Desember 2017

forex  Forex

Aussie Melemah Seiring Pejabat RBA Katakan Mata Uang Terlalu Tinggi

Rabu, 26 November 2014 8:28 WIB
Dibaca 821

Monexnews - Dollar Australia di perdagangkan 0.4% di atas dari level terendah empat tahun seiring bank sentral terus menyerukan bahwa mata uang sudah telalu tinggi di tengah penurunan harga bijih besi.

Yen memperpanjang penguatannya dari dekat level terlemah dalam tujuh tahun terhadap dollar AS sebelum anggota dewan Bank of Japan Sayuri Shirai berpidato pada hari ini. Euro pertahankan penguatan selama dua hari terhadap greenback sebelum di rilisnya data inflasi kawasan Euro pada pekan ini. Aussie kemarin turun terhadap sebagian besar mata uang utama setelah Deputi Guberunr RBA Phillip Lowe mengatakan bahwa mata uang kemungkinan akan turun dan ekonomi "akan mendapatkan tantangan di masa depan."

"Harga komoditas yang lemah dan kemungkinan bahwa perbedaan suku bunga dapat mengecil antara AS dan Australia, dengan Fed tampaknya akan naikan suku bunga pada tahun depan, itu semua telah menunjukkan dollar Australia akan melemah untuk beberapa waktu kedepan," kata Janu Chan, analis di St. George Bank Ltd. di Sydney, yang menghadiri pertemuan tahunan Business Economist kemarin dimana Lowe berpidato.

Dollar Australia hanya sedikit berubah di kisaran 0.8545 per dollar AS pada pukul 08.18 wib dari kemarin di 0.8530, ketika AUD/USD menyentuh level 0.8514, itu adalah level yang terlihat sejak Juli 2010.

Yen di perdagangkan di kisaran 117.73 per dollar dari 117.97, setelah menguat sebesar 0.3% pada sesi New York. Euro hanya sedikit berubah di $1.2481. Euro membeli di 147.03 dari 147.17.

Harga bijih besi berjangka untuk bulan Mei, kemarin tergelicnir sebesar 2.7% di Dalian Commodity Exchange . Bijih besi adalah eksport terbesar Australia.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar