Monexnews - Dollar Australia (Aussie) nampak mulai merangkak naik secara modest di hari Senin (20/08) dan berusaha keluar dari area terendah dalam tiga pekan terakhir terhadap Euro dan dollar AS (USD) seraya pasar menantikan perkembangan selanjutnya dari Eropa.
Sebelumnya Aussie merosot terhadap semua rival utamanya di hari Jumat pekan lalu setelah Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) menyebutkan akan melonggarkan kebijakannya jika penguatan Aussie mulai melukai ekonomi. Bank sentral juga menuturkan bahwa penguatan Aussie belakangan ini telah membuat RBA prihatin, sehingga otomatis membuat Aussie terpukul.
Selain itu, kian tergerusnya Aussie juga akibat data ekonomi perdagangan China yang di rilis mengecewakan. Padahal Aussie sangat sensitif terhadap berita-berita yang muncul dari China, yang merupakan pasar eksport utama negeri kanguru. Pekan ini pihak HSBC sedianya akan merilis data flash PMI China pada hari Kamis.
Aussie (AUD) tercatat mulai pulih ke kisaran $1.0450 setelah di akhir pekan lalu tumbang hingga $1.0407 namun masih jauh di bawah level tertinggi $1.0528 yang juga tercatat pada Jumat lalu. Secara teknikal level support utama Aussie berada di kisaran $1.0390-$1.0400, yang merupakan koreksi 50% dari Fibonacci retracement yang di tarik dari level $1.0170 s/d $1.0615, dan support berikutnya pada $1.0340 (retrace 61.8%). Sementara resistance terdekat pada $1.0455 (tertinggi hari ini) hingga $1.0510, tahanan 23.6%.(Dar)

Komentar