Sabtu, 27 Mei 2017

forex  Forex

Aussie Sambut Baik Keputusan RBA, Yen Terkoreksi

Selasa, 4 Februari 2014 14:46 WIB
Dibaca 893

Monexnews - Dollar Australia menjadi pusat perhatian investor pada hari Selasa, melejit lebih dari setengah sen terhadap dollar AS setelah bank sentral Australia mengejutkan pada investor dengan melepaskan bias terhadap pemangkasan suku bunga. Penguatan tajam pada aussie datang seiring yen terkoreksi dari leve tinggi 2 bulan terhadap dollar AS, meski pelemahannya terbatas oleh rapuhnya sentimen pasca data aktivitas pabrik AS yang mengecewakan memicu kecemasan mengenai outlook pertumbuhan ekonomi.

Peralihan menuju kebijakan yang lebih netral oleh Reserve Bank of Australia (RBA) diumumkan bersama dengan keputusan untuk mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor rendah 2.5%. Pernyatan dari RBA memberikan pesan yang jelas bahwa tingkat suku bunga akan bertahan untuk saat ini, ucap Greg Gibbs, strategis mata uang pada RBS di Singapura. Pernyataannya mengacu pada perubahan dari “bias pelonggaran menjadi bias yang netral," ucapnya. RBA juga mengubah komentarnya terhadap dollar Australia. Dalam pernyataannya bulan Desember lalu RBA mengatakan nilai tukar Aussie “terlalu tinggi”, namun pada hari Selasa RBA hanya mengatakan nilai tukar mata uang yang lebih rendah akan dapat membantu perekonomian.

Sementara itu yen juga terkoreksi terhadap dollar AS, berhenti sejenak pasca rally ke level tinggi 2 bulan pada hari Senin, saat aksi jual pada aset beresiko membuat investor untuk menutup posisi bearish terhadap mata uang Jepang. Aksi jual yen oleh bank-bank di Jepang membantu mendukung dollar, ucap trader pada sebuah bank Eropa di Tokyo. Selain itu, trader di Singapura juga mengatakan adanya aksi beli dollar oleh importir Jepang. Dollar telah melemah terhadap yen sejak hari Senin pasca data menunjukkan aktivitas sektor manufaktur AS melambat tajam bulan lalu, menambah kecemasan pasar yang sudah cemas akibat aksi jual pada pasar negara berkembang.

"Data manufaktur dari ISM yang buruk menambah kecemasan mengenai pertumbuhan dan mengalihkan perhatian menuju nonfarm payrolls AS pada akhir pekan ini, setelah hasil yang buruk di bulan Desember lalu," menurut analis pada JPMorgan. Namun sejumlah analis memperingatkan bahwa data ISM sektor manufaktur kali ini tidak dapat dipercaya sepenuhnya, mengingat kemungkinan dampak dari kondisi cuaca yang buruk di Amerika Serikat. "Cuaca dingin disebut-sebut telah nmempengaruhi data ISM, dan menurutku terlalu cepat mengambil keputusan bahwa trend pada perekonomian AS telah terhenti," ucap Daisuke Karakama, ekonom pasar untuk Mizuho Bank di Tokyo. Saat ditanya mengenai jangka panjang, pelemahan dollar terhadap yen mungkin akan menjadi kesempata untuk membeli greenback, ucapnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar