Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

forex  Forex

Aussie Semakin Remuk Di Tengah Ambruknya Bursa China & Argentina

Jumat, 24 Januari 2014 8:44 WIB
Dibaca 661

Monexnews -

Dollar Australia turun ke level terlemah sejak bulan Juli 2010 di tengah tanda-tanda melambatnya pertumbuhan di China dan terjadinya devaluasi terbesar pada mata uang peso Argentina dalam 12 tahun terakir yang mengirim permintaan untuk aset beresiko merosot.

Yield obligasi Australia tergelincir ke level terdalam dalam empat bulan di tengah meningkatnya permintaan untuk aset yang relatif aman pada obliasi pemerintah.

“Aussie sangat sensitif terhadap persepsi sebuah resiko,” Joseph Capurso, seorang analis di Commonwalth Bank of Australia di Sydney. “ Jika anda seorang investor dan berpikir bahwa mata uang yang anda inginkan akan jatuh karena masalah di pasar berkembang, anda akan menjual Aussie karena itu adalah mata uang komoditas yang likuid dengan defisit current account.” Posisi short adalah taruhan bahwa mata uang akan jatuh.

Dollar Australia tergelincir sekitar 0.1% menjadi 0.8769 per dollar pada pukul 08.40 wib setelah menyentuh level terlemah sejak Juli 2010 di 0.8732 kemarin. Aussie hanya sedikit berubah di 90.59 per yen setelah penurunan sebesar 2.1% kemarin yang merupakan penurunan terbesar sejak Juni. Semenatara itu mata uang Selandia Baru melemah sekitar 0.3% menjadi 0.8274 per dollar dan Kiwi juga turun 0.2% di 85.59 yen.

Pada basis mingguan, Aussie turun sebesar 0.3% terhadap dollar dan 1.1% terhadap yen, sementara Kiwi naik 0.3% terhadap dollar dan turun 0.6 terhadap yen

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar