Monexnews - Meskipun sempat terkoreksi, mata uang Inggris – Sterling nampak pulih dan bêrtengger kokoh di atas kisaran $1.55 lantaran para investor menyambut positif pernyataan Presiden Fed of Chicago, Charles Evans, yang menyerukan bank sentral AS (the Fed) untuk bertindak lebih agresif demi membantu menurunkan tingkat pengangguran.
Lemahnya angka tenaga kerja AS terakhir tentunya akan mempermudah Evans untuk meyakinkan petinggi the Fed lainnya untuk melakukan pelonggaran moneter yang lebih agresif. Namun demikian, sebagian besar investor masih skeptis dengan kinerja Sterling di tengah merebaknya skandal Libor yang telah mencoreng sektor keuangan Inggris.
Selain itu pasar masih di cemaskan oleh berhembusnya isu perlambatan global setelah sejumlah data penting yang terkait dengan pertumbuhan muncul dengan angka mengecewakan.
Sterling kini tercatat bergerak di $1.5520-an setelah sempat ke $1.5533 dan masih beresiko mengalami pelemahan. Mengadopsi analisa Barclays, secara teknikal Sterling berpotensi rally ke area $1.5560 untuk kemudian terkoreksi hingga pecah ke bawah level $1.5500 guna menuju $1.5460. Menurut Barclays area $1.5560 cukup kondusif untuk melakukan ‘short’ jangka pendek.(Dar)

Komentar