Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

forex Forex

Bukti Ekonomi Terbaru Hancurkan Nilai Tukar Ruble

Selasa, 30 Desember 2014 11:18 WIB
Dibaca 1011

ustify;">Monexnews - Meskipun sempat menunjukkan stabilitas di akhir pekan lalu, nilai tukar mata uang Ruble Rusia kembali terpuruk pada sesi perdagangan Senin kemarin. Depresiasi kurs terjadi setelah hasil data terbaru memperlihatkan ekonomi Rusia menurun untuk pertama kalinya dalam sekitar 5 tahun terakhir.

US Dollar langsung menguat sampai 58.91 terhadap Ruble kemarin atau setara kenaikan 9,5% dalam sehari. Aksi jual Ruble merebak setelah laporan gross domestic product (GDP) Rusia turun 0,5% di bulan November sekaligus menandai perlambatan ekonomi pertamanya sejak September 2009. Beberapa saat sebelumnya pemerintah Moskow juga sudah mewanti-wanti kalau pertumbuhan ekonomi tahun depan hanya akan mencapai 4%. Kinerja sektor manufaktur Rusia juga melemah untuk pertama kalinya dalam 6 bulan terakhir di Desember 2014.

Sejak awal tahun 2014, kurs Ruble sudah anjlok sekitar 70% terhadap Dollar. Fenomena pelamahan nilai tukar sudah membuat cadangan devisa Bank Sentral Rusia mengering di akhir tahun 2014. Tabungan US Dollar Moskow ludes karena dipakai untuk membendung pelemahan kurs Ruble secara terus menerus.

Sepanjang tahun ini Bank of Russia sudah membobol kas sampai $110 miliar atau sekitar $1.370 triliun untuk mengawal nilai tukar Ruble. Jumlah itu setara dengan seperempat total devisanya yang tersisa saat ini. Sampai dengan 19 Desember lalu, simpanan devisa Rusia dalam bentuk emas dan aset luar negeri lainnya sudah berkurang menjadi $398,9 miliar.

Belanja devisa semakin gencar dilakukan dalam beberapa pekan terakhir sebelum tahun baru. Sejak awal Desember, Bank of Russia melepas lebih dari $21 miliar ke pasar uang demi membendung depresiasi valuta. Upaya tersebut memang membuahkan hasil, namun efektivitasnya juga ditunjang oleh program bantuan pemerintah untuk sektor perbankan. Pada hari Jumat lalu, Ruble sukses menguat sebanyak hampir 6% terhadap US Dollar.

Performa mata uang Ruble memang sangat dipengaruhi oleh memburuknya kondisi perekonomian domestik. Pemasukan negara tergerus oleh penurunan harga minyak dunia dan embargo yang diberlakukan negara-negara barat. Kredit hutang Rusia terancam masuk status 'junk' dalam daftar rating kredit lembaga Standard & Poor's. Banyak pengamat yakin kalau harga minyak dunia hanya mentok di kisaran $50 per barel tahun depan, maka masalah yang dihadapi oleh Moskow akan semakin pelik.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar