Selasa, 17 Januari 2017

breaking-news PM Inggris Theresa May: Pemerintah Akan Ajukan Kesepakatan Brexit Baru Untuk Voting Parlemen

forex Forex

Greenback Menguat Di Tengah Penurunan Aussie Dan Kiwi

Senin, 8 Desember 2014 15:51 WIB
Dibaca 509

Monexnews - Indeks dollar menuju ke level penutupan tertinggi dalam lebih dari lima tahun setelah China mengatakan bahwa nilai impor mereka secara tak terduga merosot di bulan November, laporan tersebut kembali berikan dukungan terhadap mata uang AS, dimana pertumbuhan ekonominya lampaui perkiraan.

Dollar naik ke level terrkuat dalam lebih dari tujuh tahun terhadap yen sebelum dirilisnya laporan pada pekan ini yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen dan penjualan retail menguat di negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia tersebut. Dollar Selandia Baru dan Australia tergelincir ke level terlemah setelah data dari China, yang merupakan mitra dagang terbesar bagi kedua negara tersebut.

Ekspor dan impor China hasilnya kurang menggembirakan, namun data impor hasilnya lebih mengecewakan, dan saya pikir yang saat ini terlihat jauh menakutkan adalah akan lebih buruknya data yang akan kita dapatkan seiring lesunya pertumbuhan global," kata Todd Elmer, analis di Citigroup Inc. "Perbedaan kebijakan antara Federal Reserve dan bank sentral lainnya telah menjadi salah satu penggerak utama untuk apresiasi dollar."

Dollar pada sore hari ini hanya sedikit berubah di 121.35 yen setelah terapresiasi ke 121.85, itu adalah level terkuat sejak Juli 2007. Mata uang AS juga hanya sedikit berubah di $1.2265 per euro setelah menguat sebesar 1.4% pada pekan lalu. Yen naik sebesar 0.1% menjadi 148.90.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar