Jumat, 20 Oktober 2017

forex  Forex

Data Ekonomi China Redam Penguatan Yen

Rabu, 16 April 2014 17:20 WIB
Dibaca 592

Monexnews -

Yen turun ke level terendah dalam dua pekan terhadap euro setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi China sedikit melambat pada kuartal pertama daripada yang analis perkirakan, itu meredam permintaan untuk  aset safe haven.

Mata uang Jepang tergelincir terhadap semua kecuali satu dari 16 mata uang pembandingnya seiring bursa saham di negara tersebut menguat dan Gubernur BOJ, Haruhiko Kuroda mengatakan kepada parlemen bahwa tidak tepat untuk membahas akhir dari stimulus pada tahap awal seperti ini. Dollar Selandia Baru merosot setelah inflasi secara tak terduga melembat dan harga susu memperpanjang penurunannya. Pound naik setelah tingkat pengangguran turun di bawah amabang batas target Bank of England yang dimana mereka kemungkinan akan mempertimbangkan untuk kenaikan suku bunga.

“Data dari China tidak seburuk seperti apa yang di perkirakan sebelumnya dan itu cukup menggembirakan,” kata Jeremy Stretch, kepala analis mata uang asing di Canadian Imperial Bank of Commerce di London. “Itu, di kombinasikan dengan reli pada bursa saham, dan komentar dari Bank of Japan mungkin akan membebani yen.”

Yen turun sebanyak 0.7 persen menjadi 141.70 per euro pada hari ini, itu merupakan penurunan terbesar sejak 28 Maret. Mata uang Jepang turun sebanyak 0.4 persen menjadi 102.30 per dollar setelah tergelincir sebesar 0.4 persen selama periode tiga hari terakhir. Dollar terapresiasi sebesar 0.2% menjadi $1.3840.

Ekonomi China berekspansi sebesar 7.4 persen pada kuartal pertama dari setahun yang lalu, di laporkan oleh National Bureau of Statistics di Beijing pada hari ini, lebih tinggi dari perkiraan sebesar 7.3 persen dalam survey Bloomberg.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar