Rabu, 25 Januari 2017

breaking-news Keputusan Mahkamah Agung Inggris: proses formal Brexit harus melalui persetujuan parlemen.

forex  Forex

Data Industri Jepang Bebani Yen

Selasa, 30 Juli 2013 18:13 WIB
Dibaca 577

Monexnews - Yen terjatuh dari level terkuat dalam 2 pekan terhadap euro setelah tingkat produksi industri di Jepang turun paling banyak dalam 2 tahun, menambah alasan bagi bank sentral untuk menambah stimulus guna memicu pertumbuhan. Tingkat produksi industry Jepang turun 3.3% di bulan Juni, penurunan terdalam sejak Maret 2011, menurut Menteri Perdagangan di Tokyo. Ekspansi ekonomi akan berjalan moderat dan butuh waktu untuk mencapai target inflasi bank sentral, ucap Gubernur Bank of Japan pekan ini.

Mata uang yen Jepang mengakhiri rally selama 3 hari terhadap dollar AS seiring penguatan pada bursa saham Asia mengikis tingkat permintaan untuk aset safe haven. Sementara itu dollar Australia anjlok setelah Gubernur Reserve Bank of Australia Glenn Stevens mengatakan outlook inflasi memberikan ruang bagi pemangkasan tingkat suku bunga. Indeks dollar naik untuk kedua harinya menjelang dimulainya pertemuan 2 harian Federal Open Market Committee hari ini

“Data tingkat produksi industri Jepang bulan Juni mengecewakan dan itu melemahkan yen,” ucap Lutz Karpowitz, strategis mata uang senior pada Commerzbank AG di Frankfurt. “Untuk saat ini Bank of Japan akan menunggu dan melihat apakah usaha yang selama ini dilakukan berhasil, namun jika tingkat inflasi tidak naik maka mereka mungkin akan menambah sejumlah kebijakan. Yen akan kembali melemah.” Karpowitz memprediksikan yen akan melemah mencapai level 115 per dollar hingga akhir tahun nanti.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar