Kamis, 25 Mei 2017

forex  Forex

Data Inflasi, Perdagangan Bebani Rupiah

Senin, 1 Desember 2014 16:21 WIB
Dibaca 566

Monexnews - Rupiah Indonesia anjlok ke level paling lemah dalam 11 bulan seiring laporan yang meunjukkan tingkat ekspor berkontraksi lebih dari perkiraan dan laju inflasi bertambah cepat. Tingkat ekspor turun sebanyak 2.21% di bulan Oktober dari setahun lali, menurut data hari ini, dibandingkan dengan proyeksi penurunan sebesar 1.45%. TIngkat impor juga turun sebanyak 2.21%, menghasilkan surplus perdagangan sebanyak 23 juta dollar. Laju inflasi bertambah cepat ke level tertinggi 5 bulan pada 6.23% di bulan November, menurut data lain hari ini, dan indeks sektor manufaktur Indonesia turun ke rekor rendah bulan lalu. Rupiah melemah sebanyak 0.6% untuk ditutup dekat level 12,275 per dollar, menurut harga bank lokal. 

“Data hari ini cenderung negatif untuk Rupiah,” Toru Nishihama, ekonom negara berkembang pada Dai-ichi Life Research Institute Inc. di Tokyo. “Data impor menunjukkan tingkat permintaan domestik masih rendah, sementara tingkat ekspor berkurang, mengindikasikan outlook ekonomi yang lemah.” Neraca berjalan Indonesia telah berada dalam kondisi defisit selama 12 kuartal terakhir dan data perdagangan hari ini tidak membawa banyak perubahan. Negara perekonomian terbesar di Asia Tenggara tersebut berekspansi sebanyak 5.01% pada kuartal ketiga lalu, laju paling lambat dalam 5 tahun. Indeks sektor manufaktur China untuk bulan November yang dirilis hari ini anjlok ke level rendah 8 bulan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar