Jumat, 28 Juli 2017

forex  Forex

Data Manufaktur Inggris Bebani Pound

Rabu, 1 Oktober 2014 19:35 WIB
Dibaca 480

Monexnews -  Pound melemah terhadap dollar untuk hari ke enam setelah sebuah laporan menunjukkan manufaktur Inggris tumbuh pada laju yang paling lambat dalam 17 bulan sementara kemerosotan ekonomi di zona euro telah membatasi permintaan.

Sterling mengurangi penguatannya terhadap euro setelah Markit Economics mengatakan indeks manajer pembelian mereka turun menjadi 51.6 pada bulan September dari 52.2 di bulan Agustus, itu adalah yang terlemah sejak April 2013. Hasil pada data mungkin meningkatkan pertanyaan apakah ekonomi Inggris siap untuk suku bunga yang lebih tinggi. David Miles, yang merupakan salah satu dari sembilan anggota komite kebijakan Bank of England, kemarin mengatakan bahwa setiap kenaikan dari suku bunga akan dilakukan secara bertahap. European Central Bank akan umumkan kebijakan terbaru mereka besok.

"Pound akan terus di perdagangkan di bawah dollar terutama karena data Inggris mulai pesimis dan juga karena dollar di perdagangkan dengan nada yang lebih kuat menuju kuartal ke empat,"kata Peter Kinsella, analis mata uang senior di Commerzbank AG di London. "Saya tidak akan terkejut untuk melihat pound di perdagangkan menuju $1.60."

Pound turun sebesar 0.2% menjadi $1.6186 pada pukul 19.15 wib, dalam penurunan harian terpanjang beruntun sejak Juli. Sebelumnya sempat turun sebanyak 0.3% di level $1.6162. Mata uang mengurangi penguatannya terhadap euro, meninggalkan penguatan sebesar 0.2% menjadi 0.7779.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar