Selasa, 30 Mei 2017

forex  Forex

Data Perdagangan Indonesia Masih Hantui Rupiah

Selasa, 3 Juni 2014 11:11 WIB
Dibaca 561

Monexnews -

Mata uang Indonesia, rupiah, turun ke level terlemah sejak bulan Februari atas kecemasan pada defisit perdagangan yang terbesar dalam sembilan bulan di perkirakan akan membebani current account.

Nilai impor melampaui ekspor sebesar $.1.96 milyar di bulan April, itu merupakan defisit terbesar sejak bulan Juli, di tunjukan dalam laporan pemerintah kemrain. Data tersebut  memberikan tantangan pada gagasan bahwa current account sedang dalam tren perbaikan, kata Edward Teather, seorang analis di UBS AG di Singapura, kemarin. Defisit dalam ukuran terluas pada perdagangan mencapai rekor 4.4% dari GDP kuartal kedua di tahun 2013, itu membantu mendorong penurunan sebesar 21% pada rupiah pada tahun lalu.

“Pasar masih bekerja pada data kemarin,” kata Billie Fuliangsahar, direktur pasar keuangan global di PT Rabobank International Indonesia di Jakarta. “Current account akan menjadi sesuatu yang di cemaskan saat ini, namun itu tidak akan menjadi negatif seperti tahun lalu.”

Rupiah terpuruk sebesar 0.4% menjadi 11,808 pada siang ini, harga di ambil dari beberapa bank lokal. Rupiah sebelumnya sempat menyentuh level 11,833, yang merupakan level terlemah sejak 19 Februari. Mata uang telah tergelincir dalam sembilan dari sepuluh sesi terakhir sampai hari ini, melemah sebesar 3.3% pada periode tersebut. Di pasar luar negeri, untuk kontrak NDF turun sebesar 0.2% menjadi 11,848.

Defisit pada current account pada kuartal sekarang kemungkinan akan lebih lebar dari defisit GDP kuartal pertama tahun ini yang sebesar 2.06%, kata Bank Indonesia dalam pernyataannya pada tanggal 8 Mei. Bank sentral yakin bahwa selisihnya akan kurang dari 3% dari GDP tahun ini, seiring angka perdagangan di bulan April sesuai dengan tren musiman, kata otoritas moneter tersebut dalam pernyataan terpisah kemarin.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar