Selasa, 24 Oktober 2017

forex  Forex

Data Retail Sales AS Picu Sentimen Negatif Pada Major Currencies

Jumat, 12 April 2013 20:29 WIB
Dibaca 811

Monexnews -

Data penjualan ritel AS yang meleset jauh dibawah estimasi menunjukkan bahwa upaya Federal Reserve untuk merangsang perekonomian AS tidaklah mudah.

Meskipun bank sentral telah mengucurkan program open ended Quantitative Easing yang berarti jumlah nya tak terbatas, namun kesinambungan laju recovery masih diragukan seiring dengan laporan ekonomi bulan ini seperti retail sales dan non farm payrolls yang sangat lemah.

Meski sebagian petinggi The Fed masih optimistis dengan laju recovery dan melihat peluang adanya revisi data tenaga kerja AS lebih tinggi, namun laporan retail sales hari ini kembali menunjukkan resiko meski harga saham menuju level rekor tinggi, namun pertumbuhan tenaga kerja yang lemah dan tingkat pengangguran yang cukup tinggi masih menghambat laju consumer spending.

Ini berarti bahwa Federal Reserve perlu menunda rencana mereka untuk menarik stimulus, sehingga pada fase ini belum ada ekspektasi bahwa bank sentral akan mengumumkan rencana reduksi pembelian aset bulanan sampai setidaknya bulan September.

Di bulan Maret ini, laporan retail sales jatuh 0.4%, penurunan terbesar sejak Juni 2012, diluar sektor otomotif, laju spending anjlok dalam jumlah yang sama. Berdasarkan laporan detail, penduduk Amerika malah mengurangi belanja elektronik, alat olahraga dan merchandise lainya serta otomotif. Penurunan harga bahan bakar sejak akhir February juga telah mengurangi keuntungan stasiun pengisian BBM sebesar 2.2%.

Reaksi Dollar relative moderat dengan pelemahan terutama tampak vs Yen Jepang, sementara EURUSD melorot tajam paska laporan retail sales.

Data retail sales yang cukup solid akan dibutuhkan oleh USDJPY untuk menembus level 100.00, namun kenyataannya laju spending malah melorot dibawah perkiraan sehingga pairing USDJPY kemungkinan kecil untuk menembus level 100.00.

Ketua Fed, Ben Bernanke dijadwalkan untuk berpidato namun tidak memberikan sesi tanya jawab dengan fokus pada komunitas yang bergaji rendah, maka kecil pula kemungkinannya jika Bernanke akan memberikan komentar terkait kebijakan moneter yang baru.

Laporan selanjutnya yang ditunggu adalah consumer confidence AS, mengingat level harga saham berada dekat level rekor tinggi dan data indeks optimisme ekonomi IBD yang cukup solid, maka jika terjadi kenaikan data consumer confidence AS melampaui estimasi seharusnya dapat menjadi katalis positif untuk USDJPY.

Secara terpisah, keengganan Eurogroup untuk menyediakan Cyprus tambahan dana diatas paket 10 milyar Euro dan data retail sales AS yang lemah telah memberikan tekanan pada pairing EURUSD sepanjang sesi Wall Street.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar