Monexnews - Poundsterling diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat menyusul penguatan Greenback di seluruh bursa pasca data sentimen konsumen AS yang solid. Kendati data-data AS terbaru relatif mixed, beberapa angka kuat nampaknya telah berhasil meredam ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut dari Federal Reserve.
Sementara terhadap Euro, dominasi Sterling nampak masih terjaga setelah serangkaian data Inggris yang lebih baik dari perkiraan mengindikasikan jika perekonomian mungkin tidak selemah yang diperkirakan sebelumnya. Hasil positif data pekerjaan dan penjualan ritel, ditambah kenaikan mengejutkan dalam inflasi mungkin akan membuat Bank of England lebih sulit untuk memperlonggar kebijakan lebih lanjut. Sementara minutes pertemuan BoE juga menunjukkan tidak adanya pembahasan mengenai penurunan suku bunga.
Bagaimanapun, para investor tetap terlihat berhati-hati untuk membeli Sterling mengingat masih rapuhnya perekonomian Inggris. Apresiasi terhadap Euro juga mungkin akan terbatas seiring meningkatnya harapan bahwa ECB akan mengambil tindakan kebijakan pada bulan depan.
"Laju mata uang Inggris kemungkinan akan tertahan menjelang pertemuan ECB bulan depan," kata Sara Yates, analis mata uang Barclays. (vid)

Komentar