Selasa, 26 September 2017

forex  Forex

Dollar Menuju Pelemahan Mingguan Terbesar Sejak April

Jumat, 20 Juni 2014 16:41 WIB
Dibaca 743

Monexnews - Dollar berada dalam tekanan pada hari Jumat, menuju penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari 2 bulan terhadap sejumlah mata uang utama menyusul outlook kebijakan yang lebih dovish dari Federal Reserve. Sebaliknya, bias hawkish dari Bank of England (BoE) mendorong selisih yield antara yield obligasi 2 tahunan Inggris dan AS melebar, membantu mendorong pound untuk diperdagangkan dekat level tinggi 5-1/2 tahun terhadap dollar.

"Sterling adalah favorit pasar saat ini dan BoE nampaknya menjadi satu-satunya bank sentral besar yang akan menaikkan suku bunga," ucap Niels Christensen, strategis mata uang pada Nordea. "Dollar akan mencetak pekan yang buruk setelah the Fed mengecewakan sejumlah investor yang telah mengantisipasi bias yang sedikit lebih hawkish dari Gubernur the Fed Janet Yellen."

Investor melakukan aksi jual dollar setelah the Fed pada hari Rabu lalu mengatakan bahwa pihaknya nyaman terhadap outlook inflasi kendati sinyal bertambahnya tekanan pada harga belakangan ini. Hal tersebut mengikis sejumlah ekspektasi bahwa bank sentral AS mungkin akan mulai menaikkan tingkat suku bunga lebih cepat dari perkiraan dan pada awalnya mendorong yield obligasi AS turun. Nmaun data pada hari Kamis menunjukkan jumlah klaim pengangguran turun pekan lalu dan aktivitas pabrik di bagian mid-Atlantic bertambah cepat di bulan Juni, mendorong yield obligasi AS untuk kembali naik. Namun dollar masih tertinggal oleh rebound pada yield obligasi, ucap trader.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar