Senin, 23 Januari 2017

forex  Forex

Dollar Australia Melemah, Terseret Oleh Kejatuhan Harga Bijih Besi

Senin, 24 Februari 2014 13:50 WIB
Dibaca 765

Monexnews -

Dollar Australia masih bergerak di level rendah setelah penurunan pada pekan lalu setelah harga bijih besi turun dan ditengah laporan adanya pembatasan pinjaman untuk property di China, merupakan mitra dagang terbesar Australia.

Yield obligasi pemerintah Australia turun ke level terendah dalam lebih dari sepekan ditengah spekulasi meningkatnya cadangan bijih besi di China, yang merupakan pasar ekspor terbesar bagi Australia, yang akan mendorong harga turun untuk bahan baku pembuatan baja tersebut. Mata uang Selandia Baru pertahankan penurunannya dari pekan lalu yang mana itu merupakan pertama kalinya sejak bulan Januari.

“Pada nilai nominal, itu terlihat akan berikan tekanan turun pada harga bijih besi, dan berita tersebut datang pada saat beberapa data lainnya menunjukkan bahwa ekonomi China melambat,” kata Greg Gibbs, seorang analis di Royal Bank of Scotland Group Plc di Singapura yang mengacu pada cadangan bijih besi. “ Pasar seharusnya menganggap itu adalah resiko negatif untuk harga bijih besi dan dollar Australia.”

Aussie melemah sekitar 0.1% menjadi 0.8967 pada pukul 13.45 wib setelah turun sebanyak 0.6% pada pekan lalu. Penurunan terbesar sejak periode sampai 24 Februari. Dollar Selandia Baru hanya sedikit berubah di kisaran 0.8424 per dollar AS setelah turun sebanyak 1 persen pada pekan lalu, penurunan pertama sejak periode yang berakhir 31 Januari.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar