Rabu, 23 Agustus 2017

forex  Forex

Dollar Gugup Jelang NFP Hari Jumat

Selasa, 1 April 2014 23:53 WIB
Dibaca 9024

Monexnews - Dollar terkoreksi pada hari Selasa seiring trader mata uang menantikan data tenaga kerja AS di hari Jumat nanti dan mengabaikan laporan yang menunjukkan tingkat pertumbuhan sektor manufaktur AS bertambah cepat. Indeks dollar melemah sebanyak 0.12% menuju level 80.008, terlepas dari level tinggi 2 pekan yang dicapai hari Senin lalu, saat Gubernur Federal Reserve Janet Yellen membela kebijakan longgar milik bank sentral. Euro juga menguat sebanyak 0.26% terhadap dollar, sempat menyentuh level $1.3810 pada sesi New York. Terhadap yen, dollar mencetak level tinggi pada 103.61 yen, level terbaik sejak 7 maret, setelah laporan menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur bertambah untuk kedua bulan berturut-turut.

"Fokus berada pada data AS," ucap Shaun Osborne, strategis mata uang asing pada TD Securities di Toronto. Data nonfarm payrolls bulan maret AS dijadwalkan akan dirilis hari Jumat. Pada awal sesi, yen tertekan oleh hasil survey Tankan Jepang yang menambah keragunan mengenai apakah aktivitas perekonomian akan terus membaik tahun ini. Survey ini akan terus menghidupkan ekspektasi bahwa Bank of Japan akan kembali melonggarkan kebijakan jika dampak negatif dari kenaikan pajak penjualan terbukti lebih buruk dari perkiraan, ucap analis.

"Jika ada pelemahan pada data ekonomi Jepang, maka kita akan melihat BOJ melonggarkan kebijakan,” ucap Yujiro Gato, strategis mata uang pada Nomura. "Namun kita tidak memperkirakan pelonggaran kebijakan tersebut untuk terjadi dalam waktu dekat, kemungkinan di kuartal ketiga." "Sehingga bagi yang memperkirakan BOJ akan melonggarkan kebijakan dalam jangka pendek mungkin akan kecewa. Namun penurunan pada dollar/yen akan menjadi kesempatan untuk membeli, dan kami memperkirakan dollar/yen akan naik menuju level 104."  

Halangan terbaru untuk penguatan dollar datang dari komentar Yellen pada hari Senin yang mengatakan pasar tenaga kerja AS masih “cukup” lemah dan stimulus moneter dapat menjadi efektif. Komentarnya bertolakbelakang dengan komentar bulan lalu, saat ia menandakan peluang kenaikan suku bunga mulai dari awal 2015. Meski demikian, the Fed sedang menjalankan penarikan stimulus moneter, pelonggaran lanjutan oleh BoJ diperkirakan akan terus menekan yen, ucap Jane Foley, strategis mata uang senior pada Rabobank. "Dengan asumsi yield obligasi AS meningkat pasca QE bearakhir, berlanjutnya kebijakan stimulus di Jepang menandakan yen mungkin akan menjadi mata uang pendanaan yang popular dalam beberapa bulan kedepan," tambahnya.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar