Kamis, 25 Mei 2017

forex  Forex

Dollar Keok Paska Data Ekonomi

Kamis, 18 April 2013 21:59 WIB
Dibaca 824

Monexnews -

Laporan ekonomi AS yang dirilis hari ini, antara lain jobless claims mingguan dan survey manufaktur kawasan Philadelphia serta leading indicators telah berdampak negatif pada Dollar AS.

Kondisi manufaktur Philadelphia melambat di bulan April sementara leading indicator mengalami penurunan. Meski data-data ekonomi tersebut tidak berpengaruh banyak pada kebijakan moneter Federal Reserve, karena laporan Fed’s Beige Book kemarin terindikasi bahwa kondisi tenaga kerja dan consumer spending sebenarnya tidak seburuk yang ditakutkan sebelumnya.

Beberapa petinggi The Fed, antara lain Tarullo, Kocherlakota dan Lacker dijadwalkan akan berpidato malam ini. Diantara ketiganya, hanya Tarullo yang merupakan voter FOMC tahun ini. Kocherlakota dan Lacker sendiri lebih optimistis, dimana keduanya mendukung penghentian QE lebih dini.

Perhatian juga akan tertuju pada komentar voter FOMC lainnya, Raskin yang dijadwalkan akan memberikan pidato setelah penutupan sesi Wall Street.

Secara terpisah, rapat G20 telah dimulai hari ini hingga hari Jumat, namun masih belum ada ekspektasi adanya komentar yang signifikan mengenai mata uang. Kelompok G20 telah menegaskan bahwa negara seperti Jepang seharusnya menghindari kompetisi devaluasi mata uang namun dikarenakan banyak negara lainnya melakukan hal yang sama, maka akan sulit bagi para pemangku kebijakan G20 untuk menekan posisi Jepang.

Terpantau sejauh ini indeks Dollar AS melemah -0.21% di level 82.60, setelah meraih titik tertinggi intraday di 82.75 dan level terendah hariannya di 82.51.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar