Kamis, 23 Maret 2017

forex  Forex

Dollar Melemah Sebelum Data Klaim Pengangguran AS

Kamis, 17 April 2014 16:41 WIB
Dibaca 546

Monexnews -

Dollar melemah untuk hari kedua terhadap euro sebelum di rilisnya data ekonomi AS yang para ekonom katakan akan menunjukkan klaim jumlah pengangguran naik, itu meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan biaya pinjaman di level rendah.

Indeks dollar turun untuk pertama kalinya dalam lima hari setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan bahwa dia tidak melihat adanya tanda-tanda inflasi akan naik dalam jangka pendek dan dia akan “melanjutkan komitmennya” untuk mendukung pemulihan. Yen menguat walaupun kantor kabinet Jepang memangkas penilaian secara keseluruhan pada ekonomi. Pound naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terhadap dollar setelah data kemarin menunjukkan tingkat pengangguran di INggris turun.

“Apa yang Yellen katakan telah memperkuat pandangan pasar bahwa masih ada pelemahan dalam ekonomi dan setiap kenaikan suku bunga di masa mendatang akan terjadi secara bertahap,” kata Lee Hardman, seorang analis mata uang di Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd. di London. “Ini mungkin akan menjadi negatif untuk dollar dalam jangka pendek. Pound berkinerja luar biasa dan pandangan kami bahwa Bank of England akan menjadi yang pertama untuk naikan suku bunga.”

Dollar pada sore hari ini melemah sekitar 0.2% menjadi $1.3850 per euro pada pukul 16.39 wib setelah melemah kurang dari 0.1% kemarin. Mata uang AS turun sebanyak 0.2% menjadi 102.05 yen setelah menguat sebesar 0.7% selama empat hari terahir. Yen hanya sedikit berubah di kisaran 141.21 per euro.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar