Kamis, 25 Mei 2017

forex  Forex

Dollar Nantikan Testimoni Yellen, Euro Gugup Jelang Pidato Draghi

Senin, 14 Juli 2014 16:22 WIB
Dibaca 1124

Monexnews - Dollar menguat terhadap yen pada hari Senin, meski masih bertahan di dalam range belakangan ini, seiring investor menantikan testimoni dari Gubernur Federal Reserve Janet Yellen pada Kongres untuk petunjuk mengenai outlook kebijakan moneter AS. Yield obligasi AS turun dan futures Fed Funds mengindikasikan bahwa investor mendorong mundur ekspektasi pengetatan kebijakan setelah minutes the Fed menunjukkan bahwa bank sentral tidak tergesa-gesa untuk menaikkan tingkat suku bunga. Sehingga, semua akan tergantung apa yang dikatakan oleh Yellen, terutama mengingat data ekonomi AS yang membaik di kuartal kedua.

Di zona euro, Presiden European Central Bank Mario Draghi akan menghadap komite Parlemen Eropa di Strasbourg dan penguatan euro terhadap dollar belakangan ini mungkin akan menjadi salah satu bahan diskusi. Petinggi ECB sebelumnya telah mengatakan bahwa penguatan nilai tukar mata uang memperburuk situasi deflasioner di zona euro. Euro menguat sebanyak 0.2% di sekitar level $1.3635, terangkat naik oleh isu aksi beli oleh investor jangka panjang di sesi perdagangan London, sementara dollar menguat sebanyak 0.1% terhadap ke level sekitar 101.50.

"Investor berharap Yellen akan mengatakan sesuatu yang penting. The Fed nampaknya akan menunggu inflasi naik sedikit lagi sebelum mengetatkan kebijakan," ucap Peter Kinsella strategis mata uang pada Commerzbank. "Kuncinya adalah yield obligasi AS dan jika yield tidak bergerak naik, nampaknya dollar tidak akan bergerak terlalu banyak," ucapnya.

Investor juga akan menantikan review kebijakan oleh Bank of Japan pada hari Selasa, meski diperkirakan untuk mempertahankan kebijakan dan outlook perekonomian secara luas miliknya. BOJ mungkin akan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonominya untuk tahun ini, menurut sumber, menunjukkan lemahnya sektor ekspor dan penurunan pada tingkat belanja rumah tanga yang lebih dari ekspektasi pasca kenaikan pajak penjualan di bulan April, meski perubahan tersebut tidak akan memicu adanya kebijakan baru. "Belum ada perubahan struktural yang signifikan yang memerlukan perubahan kebijakan," menurut Bart Wakabayashi kepala bagian mata uang asing pada State Street Global Markets.

Sementara itu, dollar Australia masih stabil, setelah sempat melemah pada hari Jumat seiring gubernur bank sentral Australia kembali mengatakan bahwa mata uang terlalu kuat. Dalam wawancara dengan Weekend Australian yang dirilis akhir pekan lalu, Gubernur RBA Glenn Stevens menekankan bahwa sejumlah investor mungkin meremehkan resiko “pelemahan tajam” nilai tukar mata uang pada suatu titik tertentu.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar