Sabtu, 19 Agustus 2017

forex  Forex

Dollar Perkasa Jelang Laporan Inflasi AS

Selasa, 22 Juli 2014 15:30 WIB
Dibaca 556

Monexnews -

Indeks dollar berada sekitar 0.1% di bawah dari level tertinggi dalam sebulan seiring meningkatnya yield Treasury AS jangka pendek yang sinyalkan meningkatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan naikan suku bunga.

Ada korelasi antara pergerakan dollar-yen dan yield Treasury bertenor dua tahun yang naik ke level tertinggi sejak bulan Maret sebelum di rilisnya data hari ini yang para ekonom katakan akan menunjukkan inflasi bertahan pada laju tercepat sejak tahun 2012. Dollar Australia menguat setelah Gubernur Reserve Bank  Glenn Stevens  tidak mengulangi lagi pernyataan yang menunjukkan bahwa mata uang mereka overvalued selama pidatonya hari ini. Selain itu mata uang rupiah Indonesia naik ke level tertinggi dalam dua bulan sebelum Indonesia umumkan pemenang dari pemilu Presiden.

“Dollar AS tampaknya menunjukkan pergerakan yang lebih sensitif pada apa yang terjadi pada hasil kurva yield obligasi,” kata Ray Attrill, kepala analis mata uang global di National Australia Bank Ltd., di Sydney. “Itu jelas mencerminkan pandangan bahwa proses akhir yang lebih singkat yang akan di ambil oleh para pejabat beresiko menunjukkan bahwa Fed dapat berpikirakan akan menggerakan suku bunga sedikit lebih awal dari perkiraan sebelumnnya.”

Dollar naik sebesar 0.1% menjadi 101.58 setelah menguat sebesar 0.1% kemarin. Mata uang AS hanya sedikit berubah di $1.3515 per euro. Euro menguat sebesar 0.1% menjadi 137.21 yen.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar