Kamis, 19 Oktober 2017

forex  Forex

Dollar Perkasa vs Euro dan Poundsterling

Rabu, 6 Agustus 2014 18:02 WIB
Dibaca 1958

Monexnews -

Permintaan Dollar meningkat akibat indikasi pelambatan aktivitas ekonomi zona Euro setelah dilaporkan kejatuhan survey factory orders Jerman ke -3.2% dibawah estimasi 0.5%, yang merupakan penurunan terburuk dalam 3 tahun terakhir.

Permintaan konsumen Jerman juga diperkirakan menyusut setelah laporan ritel PMI turun tajam, ke level 47.6 dibawah sebelumnya 50.0 dengan komponen Jerman anjlok ke 52.1 memicu kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi zona Euro potensial kembali ke level nol terutama setelah laju GDP Italia anjlok ke teritori resesi. Jika Jerman, yang merupakan lokomotif ekonomi kawasan tersebut tidak mampu mendongkrak permintaan dalam waktu dekat, maka ECB kemungkinan akan menghadapi tantangan yang lebih berat di semester kedua tahun ini sehingga terpaksa menerapkan kebijakan stimulus lebih besar dibanding estimasi semula.

Alhasil EURUSD anjlok dibawah 1.3340 menguji level terendah 2014, sedangkan GBPUSD terjerembab ke level 1.6830 setelah data produksi industri dan manufaktur dirilis lebih lemah dibanding estimasi. Melambatnya permintaan dari Eropa secara signifikan menyebabkan koreksi di pasar keuangan EU dan Inggris, sehingga sulit untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi Inggris yang menyebabkan Poundsterling turut terimbas trend pelemahan.

(Sap)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar