Jumat, 31 Maret 2017

breaking-news GDP AS Q4 direvisi naik menjadi 2.1%, Klaim Penganguran turun menjadi 258K.

forex  Forex

Dollar Pulih Setelah Outlook Fed Picu Pelemahan Terbesar Sejak 2009

Kamis, 19 Maret 2015 13:24 WIB
Dibaca 970

Monexnews - Dollar rebound dari penurunan terbesar dalam enam tahun yang dipicu ketika Federal Reserve secara tak terduga memangkas proyeksi untuk kenaikan suku bunga AS.

Greenback menguat terhadap semua dari mata uang negara maju seiring prospek bahwa biaya pinjaman masih akan naik di AS yang mana itu berlawanan dengan latar belakang pelonggaran kebijakan bank sentral lainnya mulai dari zona Euro hingga Australia. Para spekulan telah meningkatkan taruhannya pada penguatan dollar sebelum keputusan Fed pada hari Rabu untuk menghapus jaminan bahwa mereka akan "bersabar" dalam pengetatan kebijakan.

Derek Mumford, direktur di Rochford Capital di Sydney mengatakan bahwa ada kekecewaan kepada Fed dan mungkin juga terhadap laju dari kenaikan suku bunga AS. Namun yang perlu kita ingat bahwa kita masih miliki beberapa masalah di beberapa wilayah Eropa, seperti suku bunga rendah hingga negatif, pelonggaran kuantitatif dan Yunani.

Ketua Fed Janet Yellen pada saat konfrensi pers pada hari Rabu mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan pada bulan Juni suku bunga akan naik.

Mata uang AS melonjak sebesar 0.8% menjadi $1.0776 per euro, ini adalah penguatan pertama dalam empat hari. Greenback merosot sebanyak 3.9% pada hari Rabu, itu adalah penurunan terbesar sejak September 2000. Dollar menguat sebesar 0.3% terhadap yen.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar

herman.r 19 Maret 2015
beritanya selalu terlambat