Jumat, 24 Maret 2017

forex  Forex

Dollar Terjungkal, Euro Pulih

Selasa, 24 Maret 2015 17:36 WIB
Dibaca 632

Monexnews - Dollar kembali berada di bawah tekanan pada hari Selasa seiring keraguan investor setelah rally selama 9 bulan dan sejumlah sinyal penguatan euro. Presiden the Fed bagian San Francisco John Williams merupakan petinggi the Fed terkini yang berkomentar mengenai penguatan dollar, mengatakan bahwa perekonomian AS dapat mengatasi penguatan mata uang dan mengatakan adanya peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni. Petinggi Federal Reserve lainnya, dan proyeksi baru dari bank sentral AS, telah menimbulkan keraguan mengenai seberapa tajam lagi apresiasi dollar yang dapat ditoleransi oleh the Fed dan menimbulkan spekulasi bahwa the Fed akan mendorong mundur proses awal pengetatan kebijakan moneter.

Dollar telah melemah hampir sekitar 5% pasca pernyataan bank sentral, dan kembali melemah sekitar 0.4% hari ini terhadap euro dan sejumlah mata uang pasca serangkaian data PMI di Eropa. Sementara program pencetakkan yang oleh European Central Bank akan menekan euro dalam beberapa tahun kedepan, survey PMI Jerman dan Perancis keduanya dirilis di atas ekspektasi pada hari Selasa, menunjukkan bahwa dampak positif dari program QE pada laju pertumbuhan dan pasar keuangan Eropa.
Menurut Ian Stannard, kepala strategis mata uang Eropa pada Morgan Stanley di London, trend mungkin tidak akan berjalan mulus seperti beberapa bulan terakhir. Menurutnya, sikap the Fed akan tergantung data, sehingga mungkin ada volatilitas tambahan. Rebound untuk euro mungkin masih jauh; data hari ini seharusnya akan menopang euro dan mungkin dapat mencapai level $1.12. Namun indikator jangka panjang euro masih negatif, menurutnya.'

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar