Minggu, 23 Juli 2017

forex  Forex

Dollar Tertindas Rencana Agresi Militer

Selasa, 27 Agustus 2013 10:17 WIB
Dibaca 729

Monexnews - Dollar AS (USD) kembali tertekan di perdagangan sesi Selasa (27/8) akibat merebaknya kekhawatiran geopolitik di pasar setelah Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyatakan sedang merencanakan agresi militer ke Timur Tengah.

Semalam Menlu memperingatkan bahwa AS tengah mempersiapkan serangan senjata kimia kepada warga Suriah dan akan menggusur rezim Bashar al-Assad. Bahkan USD semakin tertindas setelah Kementerian Perdagangan AS mengumumkan data durable goods anjlok hingga (-7,3%) di bulan Juli lalu dari bulan sebelumnya +3.9%.

Sebelumnya, data yang rilis Jumat lalu (23/8) menunjukkan tingkat penjualan rumah baru di AS (new home sales) anjlok hingga (-13,4%) di bulan Juli ke level terendah dalam 9-bulan terakhir terkait tingginya suku bunga kredit perumahan. Sedangkan angka yang tercatat pada bulan Juni di revisi menjadi +3.6%. 

Secara umum para pelaku pasar kini menjadi ragu-ragu dan pesimis apakah ekonomi AS akan cukup kuat apabila the Fed akhirnya menghentikan program stimulusnya tahun ini. Faktor geopolitik dan buruknya data ekonomi tersebut akhirnya mampu meredam kekhawatiran atas isu ‘tapering’ yang belakangan ini santer di bicarakan, sehingga hari ini dollar AS tertekan.

Indeks dollar (=USD) atau DXY – patokan kalkulasi dollar AS terhadap 6 mata uang utama dunia, hari ini terpantau lemah di kisaran 81.38 setelah hanya mampu menguat ke level 81.41. Sedangkan pada sesi Senin kemarin, indeks (=USD) berhasil rally hingga 81.51 dan berakhir di tutup pada kisaran 81.39.(dar)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar