Senin, 27 Maret 2017

forex  Forex

Euro Berpotensi Melemah Jelang Laporan Inflasi

Rabu, 7 Januari 2015 8:52 WIB
Dibaca 747

Monexnews - Euro turun ke level terendah dalam sembilan tahun terhadap dollar di tengah spekulasi bahwa Presiden European Central Bank Mario Draghi akan memulai pelonggaran kuantitatif pada bulan ini untuk mengatasi resiko deflasi.

Mata uang tunggal tergelincir ke level terlemah dalam dua bulan terhadap yen menjelang data hari ini yang diperkirakan akan menunjukkan harga konsumen di zona euro turun untuk pertama kalinya sejak tahun 2009. Indeks dollar menunju penutupan tertinggi dalam sejarahnya di tengah Federal Reserve yang bersiap untuk naikan suku bunga pada tahun ini untuk pertama kalinya sejak tahun 2006.

"Satu-satunya rem nyata dalam penurunan euro pada kuartal sekarang harus yang populer, dengan investor yang sudah terbebani secara luas," kata Sean Callow, analis mata uang di Westpac Banking Corp. di Sydney, yang melihat mata uang kemungkinan turun ke $1.1640 dalam enam pekan. "Dengan Draghi yang terlihat semakin mungkin untuk mengesampingkan keberatan Jerman terhadap QE pada pertemuan ECB tanggal 22 Januari dan Ekonomi AS yang secara kuat berada di dalam jalur untuk suku bunga yang lebih tinggi pada tahun ini, setiap pemantulan ke atas untuk euro seharusnya hanya dalam skala moderat dan singkat.

Euro tergelincir sebesar 0.1% menjadi $1.1873 pada pukul 08.48 wib dari kemarin, setelah sebelumnya tergelincir ke $1,1843, yang merupakan level terendah sejak Februari 2006. Euro hanya sedikit berubah di 140.93 yen setelah sebelumnya tergelincir ke 140.57, yang merupakan level terlemah sejak 3 November. Dollar naik sebesar 0.3% menjadi 118.71 yen.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar