Sabtu, 27 Mei 2017

forex  Forex

Euro dan Yen Berada di Bawah Tekanan Menjelang Rilis NFP AS

Jumat, 5 Desember 2014 17:54 WIB
Dibaca 826

Monexnews - Euro kembali tampil defensif pada hari Jumat, terkena aksi jual setelah hasil pertemuan European Central Bank menguatkan ekspektasi bahwa ECB akan menjalankan pembelian obligasi pemerintah untuk pertama kalinya awal tahun depan. Dollar juga kembali ke atas kisaran 120 yen, level tertinggi dalam 7 tahun, terbantu oleh artikel Wall Street Journal yang menunjukkan bahwa simulasi oleh ekonom Federal Reserve menandakan opsi paling baik adalah menaikkan suku bunga secepatnya. Bank sentral AS sejauh ini nampak masih jauh untuk menaikkan suku bunga, namun ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga di tahun depan menjadi pemicu rally pada dollar dan nampaknya akan bergantung pada data pekerjaan AS yang akan dirilis malam nanti. ECB dan Bank of Japan sedang menuju arah yang berlawanan dan bank sentral besar lainnya sepakat memprediksi penguatan dollar secara luas tahun depan. Namun banyak ekonom memgatakan penguatan dollar menjelang akhir tahun mungkin akan terbatas.

"Pasar masih berniat untuk melakukan aksi jual terhadap euro, namun menurutku laju pelemahan tidak akan seperti beberapa pekan yang lali," ucap Adam Myers, kepala strategis mata uang Eropa pada Credit Agricole di London. Sejumlah pelaku pasar kecewa terhadap Gubernur ECB Mario Draghi yang tidak menemukan cara yang lebih tegas untuk menggerkkan bank sentral mendekati quantitative easing. Namun bahasanya dan peringatan bahwa oposisi dari petinggi Jerman tidak akan menghalangi jalan dewan kebijakan untuk mengambil langkah jika dibutuhkan mengacu pada peluncurkan program pembelian obligasi pada kuartal pertama.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar