Minggu, 22 Oktober 2017

forex  Forex

Euro Kembali Melemah Gara-Gara Pernyataan Draghi

Senin, 5 Januari 2015 8:51 WIB
Dibaca 1129

Monexnews -  Euro memperpanjang penurunannya ke hampir level terendah dalam sembilan bulan terhadap dollar di tengah prospek bahwa European Central Bank akan memulai pembelian obligasi pemerintah dalam skala yang lebih besar untuk mengatasi deflasi.

Mata uang blok 18 negara turun sebesar 0.4% menjadi $1.1960 pada pukul 08.40 wib, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak Marer 2006. Greenback menguat terhadap 11 dari 16 mata uang utama, sementara itu yen menguat.

Spekulasi dari para pembuat kebijakan Eropa yang harus memperluas kebijakan pelonggaran moneternya semakin menguat dalam beberapa hari terakhir setelah Presiden ECB Mario Draghi dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa dia tidak dapat mengesampingkan resiko deflasi di kawasan Euro. Dengan pihak yang anti penghematan memimpin hasil survei sebelum pemilu awal Yunani tanggal 25 Januari nanti, majalah Der Spiegel melaporkan bahwa pandangan Jerman terhadap potensi keluarnya negara di Eropa selatan tersebut terlihat semakin terbuka. Jerman mungkin membukukan tingkat inflasi yang lebih lambat pada hari ini.

"Alasan untuk menjual euro cukup jelas selama akhir pekan lalu, yaitu dengan Draghi yang semakin dekat dengan QE dan mendalamnya kecemasan tentang situasi politik di Yunani," kata Sean Callow, seorang analis mata uang di Westpac Banking Corp di Sydney.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar