Sabtu, 25 Maret 2017

forex  Forex

Euro Masih Cemaskan Krisis di Ukraina

Senin, 1 September 2014 12:02 WIB
Dibaca 680

Monexnews - Euro menyentuh level terendah dalam 1 tahun baru pada hari Senin, seiring meningkatnya kecemasan mengenai krisis di Ukraina membuat mata uang tampil defensif menjelang pertemuan kebijakan European Central Bank pekan ini. Euro sempat menyentuh level rendah pada $1.3117, level rendah yang belum pernah dicapai sejak awal September 2013. Euro saat ini diperdagangkan di kisaran level $1.3125, melemah sekitar 0.1%.

Presiden Ukraina Petro Poroshenko memperingatkan adanya sebuah "perang dengan skala penuh" dalam waktu dekat jika pasukan Rusia terus melanjutnya dukungannya terhadap pemberontak pro-Moskow seiring pihak Eropa dan Amerika Serikat mengancam Rusia dengan sanksi baru. Anali mengatakan resiko terhadap pertumbuhan zona euro dari konflik di Ukraina dan inflasi yang melekat pada level rendah akan terus mendesak European Central Bank untuk meluncurkan stimulus tambahan pada tahap tertentu, jika bukan pada pekan ini.
Sementara euro dapat ditopang oleh aksi short-covering jika ECB tidak mengambil langkah apapun pada pertemuan kebijakan hari Kami, rebound hanya akan berlangsung sementara, ucap Masashi Murata, strategis mata uang pada Brown Brothers Harriman di Tokyo. Ekspektasi untuk stimulus moneter tambahan dari ECB dalam beberapa bulan kedepan akan tetap ada dan menekan euro turun, ucapnya. "Perekonomian Jerman mulai menunjukkan sinyal pelemahan, dan menurutku akan sulit bagi ECB untuk menghilangkan bias pelonggarannya," ucap Murata.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar