Senin, 18 Desember 2017

forex  Forex

Euro Masih Melemah Atas Resiko Geopolitik

Kamis, 14 Agustus 2014 8:23 WIB
Dibaca 850

Monexnews -

Euro pertahankan penurunan selama tiga hari sebelum di rilisnya data hari ini yang mungkin menunjukkan pertumbuhan di wilayah tersebut melemah dan inflasi melambat, mendukung kemungkinan untuk stimulus tambahan dari European Bank Central.

Mata uang 18 negara di perdagangkan di dekat hampir level terendah sembilan bulan terhadap yen atas prospek konflik Rusia dengan Ukraina akan melukai pertumbuhan di kawasan tersebut.

"Eropa adalah pusat dari resiko geopolitik, jadi investor menghindari mata uang Eropa," kata Yuki Sakasai, seorang analis mata uang di Barclays Plc di New York. "Data ekonomi yang keluar dari zona euro terus melemah. Euro tampak berat di tengah kecemasan tentang prospek pertumbuhan dan perkiraan untuk stimulus tambahan dari ECB."

Euro hanya sedikit berubah di $1.3360 pada pukul 08.18 wib dari kemarin, setelah turun sebesar 0.4% dalam tiga sesi sebelumnya. Mata uang bersama bergerak di kisarab 136.89 yen, setelah menyentuh level 135.73 pada tanggal 8 Agustus, itu adalah yang terendah sejak 21 November. Dollar membeli di 102.42 yen, dollar telah naik sebesar 0.4% sejak 8 Agustus.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar