Minggu, 24 September 2017

forex  Forex

Euro Masih Menjadi Pesakitan Setelah Data CPI Yang Pesimis

Selasa, 30 September 2014 17:20 WIB
Dibaca 630

Monexnews - 

Euro ambruk ke level terendah dalam dua tahun terhadap dollar seiring melambatnya inflasi di kawasan blok 18 negara yang telah meningkatkan kemungkinan untuk stimulus ekstra dari European Central Bank untuk hindari deflasi.

Nilai tukar euro sudah di rusak oleh langkah dari Presiden ECB Mario Draghi dalam membengkakkan neraca keuangan bank sentral dan menurunkan biaya pinjaman, mata uang tunggal bersiap untuk mengalami kinerja kuartalan terburuk terhadap dollar sejak periode tiga bulan sampai Juni 2010. Para pejabat akan bertemu pada tanggal 2 Oktober.

Euro "terlihat masih menjadi pesakitan," kata Jeremy Stretch, kepala analis mata uang di Canadian Imperial Bank of Commerce di London. "Lesunya tekanan harga di zona euro seharusnya mempertahankan tekanan kuat kepada ECB. Ini adalah gambaran yang cukup menarik, yang mana menunjukkan jalur yang paling terus resistensi untuk membuat euro bergerak lebih rendah."

Euro tergelincir sebesar 0.6% menjadi $1.2605 pada pukul 17.15 wib dan sempat menyentuh $1.2590, itu adalah level terlemah sejak September 2012. Euro telah merosot sebanyak 7.9% pada kuartal sekarang. Euro turun sebanyak 0.5% pada hari ini menjadi 138.18 yen. Dollar menguat sebesar 0.1% menjadi 109.61 yen, setelah naik ke 109.75 pada saat kemarin, itu adalah level tertinggi sejak Agustus 2008.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar