Monexnews - Pada sesi awal pekan ini (Senin, 9/4) secara umum major currencies bergerak lesu di kawasan negatif seiring dengan pelemahan dollar AS (USD) pasca rilis data Non-farm Payrolls (NFP) Amerika yang muncul jauh di bawah ekspektasi pasar.
Mata uang tunggal Euro yang sempat rally akibat pelemahan USD, akhirnya kembali merosot karena pasar lebih dicemaskan oleh masih tingginya yield obligasi Spanyol yang tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Sehingga kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran baru terhadap tingginya beban hutang permerintah Spanyol. Bahkan sebagian investor bertambah cemas lantaran pemerintah Spanyol kemungkinan tidak akan mampu mencapai target penghematan angaran yang sudah dicanangkan minggu lalu..
Euro terpantau masih terjebak di area sempit kisaran $1.3050-an dan hanya sempat melonjak hingga level tinggi $1.3100 di awal perdagangan pagi. Hari ini tidak ada data ekonomi penting yang akan di rilis lantaran sebgaian besar pasar masih libur berkenaan Paskah, namun data ekonomi China hari ini menunjukkan angka inflasi (CPI) mengalami peningkatan. Sementara fokus pasar pekan ini akan tertuju pada sederet data ekonomi dari AS serta data penting China yang sedianya akan rilis hari Jumat diantaranya angka GDP, Retal Sales dan Industrial Output.(Dar)

Komentar