Jumat, 22 September 2017

forex  Forex

Euro Melemah Seiring Volatilitas Anjlok Ke Level Terendah Dalam 15 Bulan

Selasa, 11 Maret 2014 19:14 WIB
Dibaca 645

Monexnews -

Euro melemah, hentikan reli selama tiga hari, seiring indeks yang memperkirakan volatilitas mata uang tergelincir ke level terendah dalam hampir 15 bulan ditengah ketegangan antara Ukraina dan Rusia di wilayah Crimea.

Indeks harga tersebut bergerak turun untuk hari kedua ditengah Perdana Menteri Ukraina bersiap untuk bertemu dengan Presiden AS Barack Obama dan negara barat lainnya yang terancam dampak jika Rusia gagal untuk meredakan ketegangan. Euro anjlok setelah wakil presiden Bank Sentral Eropa Vitor Constancio mengatakan bahwa pasar belum mengerti sepenuhnya komunikasi bank sentral. Dollar Selandia Baru menguat seiring para ekonom memprediksi bahwa bank sentral akan naikan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan ini.

“Perkembangan di Ukraina dan Rusia tidak benar-benar berdampak besar terhadap 10 mata uang utama,” kata Bilal Hafeez, kepala analis mata uang global di Deutsche Bank AG di London. “Aktivitas nilai tukar mata uang asing secara keseluruhan cukup rendah dan mata uang utama benar-benar tidak banyak bergerak.”

Indeks Volatilitas Mata uang Deutsche Bank AG, yang berdasarkan pergerakan volatilitas selama tiga bulan pada sembilan pasangan mata uang, turun sebanyak 15 basis poin, atau 0.15 persen poin, menjadi 7.12 persen pada pukul 07.47 waktu setempat, itu merupakan level terendah sejak bulan Desember 2012.

Euro anjlok sebesar 0.2% menjadi $1.3852 setelah naik ke $1.3915 pada tanggal 7 Maret, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2011. Mata uang blok euro melemah sebesar 0.1 persen menjadi 143.11 yen. Yen hanya sedikit berubah di kisaran 103.28 per dollar.

 

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar