Sabtu, 25 Maret 2017

forex  Forex

Euro Melempem, Di Picu Oleh Data Jerman Yang Buruk

Selasa, 7 Oktober 2014 19:26 WIB
Dibaca 604

Monexnews -  Euro melemah, seiring data produksi industri Jerman turun ke level terdalam sejak 2009, itu menggarisbawahi resiko perlambatan di negara dengan tingkat ekonomi terbesar di kawasan Eropa yang mungkin akan berikan tekanan pada European Central Bank untuk memperluas stimulusnya.

Mata uang kawasan turun ke level terendah dalam hampir tiga pekan terhadap pound pada tanda-tanda bahwa ekonomi Inggris masih jauh lebih baik dari ekonomi kawasan blok 18 negara. Yen menguat terhadap 16 mata uang utama pada spekulasi bahwa pejabat meningkatkan ketidaknyamanannya dengan laju depresiasi mata uang. Dollar Australia naik setelah pertemuan bank sentral.

"Itu adalah data yang sangat lemah dari Jeman, kata John Hardy, kepala analis nilai tukar mata uang di Saxo Bank A/S di Denmark. "Saya sudah terkejut dengan kecepatan dan skala pergerakan euro. Cerita perbedaan kebijakan moneter sebelumnya telah memicu pelemahan dan saat ini saya berpikir bahwa euro dapat di perdagangkan di bawah $1.20. Kita dapat mencapai level itu dengan relatif cepat, mungkin dalam beberapa pekan kedepan."

Euro turun sebesar 0.5% menjadi $1.2610 pada pukul 19.20 wib. Euro merosot sebesar 0.7% menjadi 136.80 yen. Mata uang Jepang menguat sebesar 0.2% menjadi 108.50 per dollar setelah kemarin menguat sebesar 0.9%. Yen mencapai 110.09 per dollar pada tanggal 1 Oktober, itu adalah yang terlemah dalam enam tahun.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar