Minggu, 26 Maret 2017

forex  Forex

Euro Meredup Di Tengah Spekulasi Pelonggaran Lanjutan ECB

Jumat, 28 Maret 2014 8:38 WIB
Dibaca 811

Monexnews -

Euro di perdagangkan dekat level terendah dalam tiga pekan sebelum di publikasikannya data yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat inflasi di wilayah tersebut melambat di tengah spekulasi bahwa bank sentral Eropa akan melonggarkan kebijakannya.

Mata uang 18-negara berada di jalur penurunan bulanan terhadap sebagian besar mata uang utama. Sementara itu dollar Australia bertahan untuk kenaikan di hari kelima, yang merupakan reli terpanjang berturut-turut sejak bulan Oktober, sebelum Reserve Bank of Australia bertemu pada tanggal 1 April dan setelah Gubernur Glenn Stevens mengatakan pada pekan ini bahwa sudah adanya tanda-tanda membaiknya konsumsi dalam negeri. Selain itu untuk yen, Citigroup Inc. memperkirakan bahwa yen akan melemah seiring di perkirakan Bank of Japan akan menambahkan stimulusnya di bulan Juli.

“Data inflasi yang mengecewakan akan meningkatkan ekspektasi pasar bahwa suku bunga ECB akan di pangkas,” kata Masato Yanagiya, kepala analis mata uang di Sumitomo Mitsui Banking Corp di New York. “Para pembuat kebijakan tidak senang dengan melihat euro berada di dekat kisaran $1.40, jadi mereka mungkin akan mencoba untuk membicarakan penurunan mata uang dengan mengontrol perkiraan atas pelonggaran.”

Euro pada pagi ini hanya sedikit berubah di kisaran $1.3742 pada pukul 08.35 wib dari kemarin , ketika euro menyentuh level $1.3729, yang merupakan level terendah sejak 6 Maret. Sementara itu mata Eropa membeli yen di kisaran 140.46 dari 140.41 kemarin, yang bersiap untuk penurunan sekitar 0.4% pada pekan ini, Untuk bulan ini, euro turun sebesar 0.4% terhadap greenback dan hanya sedikit berubah terhadap yen.

(fsyl)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar