Kamis, 21 September 2017

forex  Forex

Euro Stabil di Awal Pekan, Diskusi Utang Yunani Berlanjut

Senin, 13 Juli 2015 11:12 WIB
Dibaca 1725

Monexnews - Euro diperdagangkan kokoh pada awal sesi hari Senin setelah sempat sedikit melemah sementara obligasi tetap mendapatkan permintaan yang tinggi seiring krisis utang Yunani diperkirakan akan berlanjut hingga pekan depan, meski sentimen pasar terbantu oleh data niaga China yang positif. Pergerakan euro nampak terbatas di tengah berita bahwa petinggi zona euro akan kembali bertemu pada hari Senin pagi untuk mendiskusikan kesepakatan proposal bailout ketiga untuk Yunani. Turut membantu sentimen positif terhadap euro adalah isu bahwa European Central Bank telah stuju ntuk menunda batas waktu pembayaran utang Yunani senilai 3.5 milyar euro yang jatuh tempo tanggal 20 Juli. Petingggi zona euro telah mengatakan pada pemerintah Yunani bahwa pihaknya harus mengesahkan reformasi pekan ini untuk mengembalikan kepercayaan sebelum mereka akan membuka diskusi mengenai bantuan finansial. Kebijakan termasuk reformasi pajak dan dana pensiun harus disahkan hingga hari Rabu malam dan seluruh paket kebijakan harus disetujui oleh parlemen Yunani sebelum diskusi dimulai.

Investor Asia juga cemas menantnikan apakah bursa saham China dapat mempertahankan rally pada akhir pekan kemarin pasca sejumlah kebijakan dari pemerintah untuk menopang bursa saham. China melaporkan kenaikan ekspor sebesar 2.1% di bulan Juni, sementara impor turun sebanyak 6.7% dalam sinyal tentatif pulihnya tingkat permintaan global. China akan merilis laporan gross domestic product pada hari Rabu dan diperkirakan akan menunjukkan laju pertumbuhan tahunan yang melambat menjadi 6.9% kuartal lalu, membuat pemerintah kesulitan untuk mencapai target pertumbuhan sebesar 7% untuk sepanjang tahun ini. Fokus investor pada hari RAbu juga akan tertuju pada Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang juga akan berpidato di depan House Financial Services Committee. Pekan lalu, Yellen mengatakan dirinya masih memperkirakan adanya kenaikan suku bunga tahun ini, namun kembali mengatakan adanya kecemasan bahwa pasar tenaga kerja AS masih lebih lemah dari yang diinginkan.

(xiang)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar