Monexnews - Euro berbalik menguat terhadap Dollar AS pada hari Selasa seiring para investor coba menyesuaikan posisi menjelang pertemuan kebijakan ECB pada hari Kamis. Pembelian oleh investor Timur Tengah juga turut mendorong harga beranjak lebih tinggi. Namun kenaikan masih nampak terbatas akibat tipisnya volume perdagangan menjelang libur Independence Day di AS.
Sementara sejumlah analis berpendapat jika apresiasi Euro tersebut tidak akan bertahan lama mengingat European Central Bank diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam pertemuan kali ini menyusul buruknya beberapa data ekonomi terbaru. Tingkat pengangguran menyentuh rekor tertinggi pada bulan Mei, sedangkan aktivitas manufaktur kembali mengalami kontraksi pada bulan Juni. Sentimen bearish Euro juga diperparah oleh keraguan tentang rencana Uni Eropa untuk mendukung negara-negara yang terlilit hutang.
"Pertemuan ECB pada hari Kamis menjadi faktor kunci pergerakan Euro pekan ini. Bank sentral diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0,75%," kata Eric Theoret, analis mata uang Scotiabank di Toronto. "Setelah bertahan dalam pertemuan sebelumnya, rumor yang beredar menyebutkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan saat ini mulai melihat perlunya penurunan suku bunga." (vid)

Komentar