Monexnews - Euro berbalik melemah terhadap Dollar AS pada hari Jumat setelah rilis sebuah hasil survey menunjukkan sentimen konsumen AS membaik pada awal Agustus. Kenaikan penjualan ritel dan tingkat suku bunga KPR yang lebih rendah telah mendorong konsumen AS meningkatkan rencana pembelian mereka.
Sebelumnya, Euro sempat terapresiasi menyusul komentar positif yang dilontarkan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Kamis. Selain berhasil menenangkan beberapa kecemasan tentang terjadinya perbedaan pendapat di antara para pemimpin zona Euro terkait penanganan, komentar tersebut juga semakin memperbesar harapn bahwa European Central Bank akan segera mengaktifkan kembali program pembelian obligasi guna menekan biaya pinjaman Spanyol dan Italia.
"Dengan maraknya aksi short covering yang terlihat pada hari Kamis, wajar jika trader kemudian melakukan profit taking menjelang pekan yang dipenuhi data beresiko," kata Mary Nicola, analis forex BNP Paribas di New York. "Sementara volume perdagangan yang rendah membuat kita cukup sulit untuk menentukan apa yang menjadi penggerak pasar saat ini (Jumat)."
Untuk selanjutnya, fokus pelaku pasar nampaknya akan tertuju pada rilis beberapa data PMI dari kawasan Euro dan juga minutes pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve AS. (vid)

Komentar